April 16, 2021 By camponaciones.com 0

Business Essentials: Membedakan Hak Cipta, hak merek , serta Paten

Tidak sedikit yang galat soal 3 perihal ini serta gimana wujud perlindungannya terhadap sesuatu usaha

Guest Post- 10 November 2015

Dailysocial. id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial. id`s startup community and innovation members, unduh our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Share this article

Hari ini bisa jadi telah banyak dari kita yang tidak asing lagi dengan sebutan‘ hak atas kekayaan intelektual( HAKI)’ ataupun‘ intellectual property rights( IPR)’. Paling tidak banyak orang sempat mendengar soal hak cipta, merk, ataupun paten. Sebagian bisa jadi telah mengerti kalau ketiga perihal tersebut bisa digunakan buat melindungi karya ataupun usaha. Sayangnya, tidak sedikit yang galat dalam menguasai apa itu hak cipta, merk, ataupun paten, serta gimana wujud perlindungannya terhadap sesuatu usaha.

HAKI terdiri dari bermacam berbagai cabang: hak merek

1. hak cipta;

2. paten;

3. merk;

4. rahasia dagang;

5. desain industri;

6. gejala geografis; dan

7. tata letak sirkuit terpadu.

Secara hukum, Indonesia sudah mengendalikan ketujuh berbagai HAKI di atas. Dalam peluang kali ini, kami cuma hendak mangulas 3 berbagai HAKI yang sangat universal digunakan dalam melindungi suatu bisnis, ialah hak cipta, merk, serta paten. Ketiga perihal ini melindungi aspek yang berbeda dalam bisnis.

Pengertian

Hak cipta merupakan hak eksklusif pencipta yang mencuat secara otomatis sehabis sesuatu ciptaan diwujudkan dalam wujud nyata( amati Undang- undang No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta). Sebaliknya merk merupakan ciri yang berbentuk foto, nama, kata, huruf- huruf, angka- angka, lapisan warna, ataupun campuran dari unsur- unsur tersebut yang mempunyai energi pembeda serta digunakan dalam aktivitas perdagangan benda ataupun jasa( amati Undang- undang No 15 Tahun 2001 tentang Merk).

Paten sendiri merupakan hak eksklusif yang diberikan kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi( amati Undang- undang No 14 Tahun 2001 tentang Paten).

Selaku contoh, bayangkan Apple, yang sudah sukses mempopulerkan gadget satu tombol, semacam yang kita dapat amati pada iPhone, iPod, serta iPad. Apple populer dengan logo apel digigitnya. Logo tersebut ditempel di segala produk mereka. Logo itu merepresentasikan industri serta dagangan mereka sedemikian rupa, sekali kita memandang apel tergigit, kita teringat Apple, serta tidak terdapat orang lain yang bisa memakai logo serta nama yang sama. Dalam perihal ini, nama‘ Apple’ serta logo apelnya merupakan merk.

Baca Juga : Alternatif Vitamin untuk Picky Eaters

Buat melaksanakan teknologinya, Apple pula menulis serta menyusun serangkaian kode yang jadi basis dari software- nya. Kode tersebut dilindungi oleh hak cipta. Apple pula menciptakan metode yang lebih gampang dalam memakai gadget, ialah pakai satu tombol saja, selebihnya touch screen. Temuan ini dilindungi oleh paten.

Dari ilustrasi di atas, hingga jelas bukan, perbandingan antara hak cipta, merk, serta paten? Mudah- mudahan setelah ini, tidak terdapat lagi yang berkata,“ Aku mau mendaftarkan hak cipta buat merk.” Perihal itu telah tentu tidak nyambung, sebab hak cipta serta merk merupakan 2 perihal yang berbeda. Tidak dapat pula kita bilang‘ mematenkan merk’, sebab binatangnya tidak sama.

Segala registrasi hak cipta, merk, paten, ataupun jenis- jenis HAKI yang lain, bisa dicoba di Direktorat Jenderal( Dirjen) HAKI yang terletak di dasar Departemen Hukum serta HAM. Registrasi HAKI memakan bayaran pastinya, yang mana jumlahnya bisa dilihat di http:// dgip. go. id, web formal Dirjen HAKI.

Guna registrasi serta proteksi HAKI

Sekilas bisa jadi biayanya yang 1- 5 juta terkesan mahal, terlebih buat startup dengan modal terbatas. Tetapi proteksi HAKI menggapai 10 tahun( bisa diperpanjang), serta proteksi itu membenarkan tidak terdapat orang lain yang bisa mengeksploitasi karya kamu secara komersil tanpa izin kamu. Apa dasar Microsoft melarang orang memakai bahan- bahan bajakannya? Mereka mendaftarkan serta melindungi produk mereka secara formal, serta pembajaknya bisa ditindak secara hukum bersumber pada registrasi tersebut.