Categories
Uncategorized

Perbedaan Kain Twiscone dengan Sifon

Proses serta bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan kain adalah salah satu faktor yang menjadikan karakteristik dari masing – masing kain itu berbeda.

Kenapa tidak, selain proses yang selama ini digunakan adalah menggunakan alat tenun manual, atau paling tidak menggunakan mesin tenun yang dapat menghasilkan beberapa kain hanya dalam waktu sekejap.

Karakteristik Kain Twiscone
Kain Twiscone

Meskipun begitu, akan tetap memiliki perbedaan dalam kain yang dihasilkan. Dimulai dari karakteristik maupun tekstur dari kedua kain itu sendiri. Kain sifon yang terbuat dari bahan dasar kapas, sutra serta serat sintetis ini memiliki karakteristik yang licin, tipis dan panas ketika digunakan. Namun, dari jenis ini para wanita menyukai nya untuk dijadikan sebuah kerudung. Karena beratnya yang ringan.

Tak hanya itu saja, kain berjenis twiscone ini sangat nyaman. Karena serat yang digunakan dalam kain jenis twiscone ini lebih padat ketimbang kain sifon itu. Tidak nampak menerawang juga menjadi salah satu alasan wanita untuk memilih kain jenis ini. Seperti yang anda ketahui, kain twiscone ini memang lah tidak mudah untuk dijadikan sebagai bahan utama dalam membuat pakaian, tapi setidaknya sangat cocok dalam pembuatan kerudung.

Namun, yang paling terlihat mencolok dari perbedaan dua kain ini adalah terletak pada karakteristik serta teksturnya. Kain twiscone lebih memiliki serat yang lebih pada dibandingkan kain sifon maupun hycon. Karena salah satu kain yang mirip karakteristik serta teksturnya adalah dua kain tersebut.

Jadi untuk lebih memaksimalkan anda dalam membuat pakaian setidaknya pilihlah kain twiscone karena karakteristiknya yang tidak mudah berbau serta tidak mudah melar.

Tekstur Kain Twiscone

Kenali Kain yang Beredar di Pasar Indonesia

Dalam suatu proses pembuatan kain, pastinya akan memiliki kegunaan masing – masing dalam membuat barang selanjutnya. Dalam artian ketika membuat kain, apakah kain tersebut hanya untuk digunakan sebagai material baju, jaket, celana, ataukah jenis pakaian semacamnya.

Tanpa kita sadari, hal kecil semacam itu mesti luput dari perhatian kita, oleh karena itu, setidaknya anda harus mengetahui beberapa kain yang beredar di pasaran serta kegunaan dari masing – masing kain tersebut.

1. Sifon, hycon, dan twiscone

Ketiga kain adalah persebaran kain yang memiliki karakteristik yang mirip – mirip. Lembut dan tidak terlalu kaku. Khusus untuk kain jenis sifon dan hycon ini bahannya sedikit menerawang, sehingga untuk dijadikan pakaian, kain ini harus memakai furing. Adapun untuk kelebihan khusus yang dimiliki oleh kain berjenis twiscone ini adalah tidak mudah melar dan memiliki ketebalan yang sesuai dengan kualitasnya.

2. Spandex kaos, rayon, super, dan korea

Dari semua jenis kain, spandex lah yang paling favorit diantara yang lainnya. Kenapa bisa demikian, kain spandex ini memiliki tekstur yang lembut dan stretch, sehingga sering digunakan oleh para konveksi. Kualitas dari bahan ini terukur dengan ketebalan masing – masing kain. Jika dirasa yang paling baik diantara yang lain adalah jenis spandex super.

3. Katun, katun stretch, dan katun Bangkok

Diantara keempat katun jenis ini memiliki karakteristik yang berbeda. Terutama kain stretch yang biasanya digunakan sebagai kemeja serta celana kain yang lainnya. Karena proses pembuatannya yang menggunakan bahan yang agak sulit dicari, kain katun Bangkok ini jarang ditemui, selain mahal harganya, hanya tempat tertentu saja yang menjual kain jenis ini.

4. Kaos, kaos combed, kaos tebal

Dalam membuat kaos, anda pun akan sering menjumpai berbagai bahan kaos yang berbagai macam pastinya. Tak hanya satu jenis, kain yang paling sering digunakan dalam pembuatan kaos adalah ketiga jenis kain ini. Selain memiliki tekstur yang paling pas diantara yang lain. Kain jenis ini juga mudah menyerap keringat ketika digunakan dalam cuaca panas sekalipun.

5. Babyterry

Bahan babyterry adalah kain yang biasanya digunakan dalam proses pembuatan jaket ataupun semacamnya. Memiliki struktur kain yang sedikit stretch dan tipis, kain ini sering digunakan sebagai pelapis pakaian atau hanya sekedar hiasan dalam sebuah gaun ataupun jaket. Namun, bahan jenis ini agak panas ketika dipakai, karena memiliki tekstur yang padat.

6. Silk, sutera, cotton silk

Material yang biasa digunakan sebagai penghias dalam gaun wanita ini sangatlah jarang untuk ditemui. Kenapa bisa demikian? Bahan yang digunakan dalam membuat kain ini sangatlah sukar untuk ditemukan. Tak hanya itu saja, tekstur dari kain jenis ini pun sangat lembut dan licin. Sehingga kain ini sedikit menerawang bahannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *